Pentingnya “Al-Quds” Bagi Kaum Muslimin PAlestina

  • rqvor 

Senin, 28 Oktober 2019 – Pertemuan RQV Indonesia dengan Syaikhoh Isyraq Yahya Awad Diyaat pada program Safari Dakwah dalam membuka kerja sama acara dan seminar dengan tema Palestina, Al-Quran dan keislaman lainnya. Pengisi acaranya itu sendiri merupakan ulama dan aktivis Palestina.

Kita akan membahas tentang penjajahan kaum zionis dengan perempuan di Palestina dan peran apa yang mereka lakukan terhadap Palestina.

Dimulai dengan Pembahasan mengenai Surat Al-Imran, yang menjelaskan tentang keluarga Imran yang menyangka bahwa anaknya laki-laki, jika anaknya laki-laki maka anak tersebut akan di dedikasikan untuk pembebasan Palestina. Namun Allah berkehendak lain anak yang lahir merupakan Perempuan (Maryam), walaupun perempuan (perempuan tidak sama dengan laki-laki) tetap dapat memberika pembelaan atau pengorbanan terhadap Al-Quds Palestina.

Sejak 50 tahun lalu, blockade Israel mengekang kebebasan pada rakyat Al-Quds Palestina. Sejak saat itu juga muncullah beberapa kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi, mulai dari kesehatan, kelaparan, pendidikan hingga kemiskinan. Kemiskinan yang di alami disana merupakan kemiskinan dengan persentasi yang luar biasa mengejutkan. Di angka  85% perempuan Palestina dalam keadaan kemiskinan yang menuntut mereka untuk bekerja di israel.

Pada Undang-Undang kaum Israel yang telah melarang penangkapan anak-anak untuk dipenjarakan, akhirnya yang mereka lakukan adalah mengurung anak-anak hingga 6 bulan sampai 1 tahun agar mereka telat belajar dan bersekolah, dan jika mereka ingin keluar rumah untuk bermain maka mereka akan melapor kepada tentara zionis lalu mereka akan di pasangkan suatu benda (Pelacak) dipergelangan kakinya dan harus membayar untuk alat tersebut.

Sekarang Perempuan-perempuan di Al-Quds Palestina mempunyai perkumpulan yang menjaga masjid Al-Aqsa, kebanyakan dari mereka berasa di masjid ini dan melawan kaum zionis. Namun kaum zionis telah menjauhkan perempuan-perempuan yang berada di masjid Al-Aqsa bahkan mereka tidak diperbolehkan ke mesjid tersebut dan dibuatkan surat bahwa mereka tidak diperbolehkan untuk mengujungi masjid Al-Aqsa kecuali setelah 6 bulan, 1 tahun bahkan sampai 2 tahun lamanya.

RQV Indonesia sedang menjalankan program bantuan kepada gerakkan Penghafal Al-Quran yang akan di salurkan ke Al-Quds Palestina. Alhamdullah respon mereka sangatlah bahagia dan ingin lebih semangat lagi dalam perjuangannya dalam menghadapi kaum zionis ‘israel’. Mulai sekarang, marilah kita berfikir sejenak bagaimana kita dapat membantu saudara yang berada di Al-Quds Palestina. Seorang Penghafal Al-Quran merupakan kewajiban yang paling penting untuk membantu palestina agar bisa merdeka kembali.

Dengan atau tanpa kita, mereka akan terus berjuang untuk mempertahankan apa yang memang seharusnya milik mereka, bahkan sampai titik darah penghabisan. Sahabat Violet apa ingin berjuang bersama mereka? Mari bantu ringankan penderitaan saudara-saudara kita dengan do’a tertulus dan bantuan terbaik kita.

https://www.besttangsel.com/masyarakat-indonesia-dukung-perjuangan-perempuan-al-quds/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *