Menggenapkan Janji Sebuah perjalanan, menuju bumi para bidadari

  • rqvor 

________

WD 124 Irwansyah Putra

Bus harapan Indah melaju kencang sejurus dengan bus sempati star yang hampir beriringan menuju Medan. Aku duduk disebelah seorang pria asal Batu bara yang bersamaan Mahasiswa Unsyiah  semester lama. Perawakannya santai namun Masih menunjukkan statusnya sebagai mahasiswa. 

Kami berbincang panjang lebar lebih dari Satu jam , setelah nya Kami saling berpamitan untuk beristirahat memejamkan Mata . Selimut lembut berwarna dominan merah bercorak lambang Manchester united menemani perjalanan malam  setiap penumpang di tambah bantal empuk seukuran kepala menjadikan seluruh penumpang otomatis sepakat untuk larut dalam lelap .

Dari dalam bus aku memandangi jalan raya, sesekali menyeka kaca Yang buram Karena embun . Aku mengatur irama napas sembari mencoba mengingat seluruh perjalanan Dan sandiwara di 496 hari bersama RQV. Semua terasa nyata dan masih teringat jelas banyak adegan yang di lalui. Aku bersyukur, Aceh adalah puncak jaulah Quran ku di hari menuju 500. Menurut ku, pengalaman Jaulah Quran peserta Rqv tidak Akan lengkap sebelum ke Aceh .

Tentu saja setiap tempat mengajar Kan begitu banyak pelajaran. Menyajikan hikmah yang berjatuhan Dari langit. Kalau di ingat ingat awal pertama jaulah Quran ke Bogor Sungguh mengundang tawa. Masih teramat polos (kayak adek adek) dan penuh dengan kehati hatian. Jaulah Quran ke Bogor Sungguh mengajarkan kutentang memaknai keikhlasan . Bahwa semua tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru, begitu Kan Yang disampaikan ki hajar dewantara?

Bukan hal Yang mudah menyepakati ini, Aku harus berjuang melawan seluruh ego Yang berkecamuk , memupuk diri dengan belajar ikhlas . Aku rasa, belum selsai belajar ikhlas di Bogor . Kini aku harus bergerak menuju Lampung . Tempat dimana puncak ego mencuat Hebat. Keinginan untuk menyudahi proses belajar ini tak jarang hadir. Seolah setan tak pernah jera Dan selalu update strategi tatkala aku mulai terbangun dari tidur Malam Di pergantian Hari.

Banyak ksepakatan terjadi dilampung, kesepakatan antara diriku Dan diriku. Saling mengungkapkan kejujuran Akan kebutuhan bathin. Menurutku Hal terberat ketika harus Jujur pada diri tentang setiap kelemahan dan mendapati Kita harus melengkapi itu . Selanjutnya, perjalanan Yang jauh lebih panjang Di Majene. Jaulah Quran Majene menyita hampir setengah waktu ku Di Rqv. Belajar tentang memaknai kebersyukuran menjadikan ku tau esensi hidup seorang mukmin sebagai mana mestinya .

Cukup lah enam Bulan Di Majene membuat ku terus merasa bersalah dengan segala kekufuran selama ini. Perjalanan mencumbui bumi Padang, Toba samosir, Bekasi,Brebes Dan semarang adalah bingkai penegasan tentang memaknai perjuangan. Lagi lagi aku harus menyampaikan bahwa Aceh adalah tempat Yang sungguh istimewa. Bukan hanya karena tempat dimana Presiden RQV dilahirkan tapi juga seluruh instrumen nilai Yang menjadi titik klimaks.

Belajar ikhlas, Jujur , sabar , syukur sungguh terasa dibumi serambi Mekkah ini. Perjalanan kisah percintaan sungguh menguras begitu banyak energi . Di bumi ini Pula Aku belajar tentang sebaik baik perhiasan dunia dalam wujud Yang nyata .

……………………….

Bus harapan Indah berjalan perlahan, Badan jalan semakin sempit dan matahari mulai menunjukkan baktinya. Sekitar 4 jam lagi, bus Akan Tiba Di stasiun binjai . Selanjutnya Aku harus mencari angkot atau becak menuju Langkat. Ini adalah simulasi sederhana tentang memaknai pulang.  Bahwa begini rasanya ketika pulang menjuju tempat Yang dijanjikan. Didalam hati terdalam Aku sungguh ingin memperbaiki seluruh kisah ini . Membawa bekal Yang lebih banyak Dan membawa janji Yang genap.

Terakhir Kalau Allah ridho, 500 Hari genap Aku Akan kembali ke kampung halaman Dan  bisa jadi akulah Satu satunya peserta Yang benar benar kembali Di 500 Hari. Skenario Allah ini teramat Indah jika di hikmati Satu persatu . Jika ini adalah pelajaran tentang pulang , maka jika Allah izinkan Aku Akan pergi kembali Dengan membawa bekal Yang lebih banyak.Ini juga tentang janji, bukan hanya sekedar janji, tapi janji Yang harus digenapkan. Inilah sekelumit kisah perjalanan menuju bumi para bidadari.

Dalam perjalanan bus Harapan Indah

Banda Aceh – Langkat

Bersambung…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *