Ingin Melanjutkan Studi ke Turki, Asma Taqiya Bertekad Hafalkan Al Qur’an 30 Juz

  • by

“Dulu waktu dirumah sistem menghafal sama Abi dan Umi tuh kayak gini, pagi diziyadahin terus malemnya di murojaah. Setornya sama Abi atau Umi. Satu hari kadang bisa 1 sampai 2 halaman semampunya Asma. Abi dan Umi nggak terlalu memaksakan harus sampai berapa halaman gitu” Ujar Asma.

Asma Taqiya, gadis belia berusia 16 tahun yang saat ini menempuh pendidikan tahfidzul Quran di PTQB RQV Indonesia berhasil menyelesaikan hafalan Qurannya sebanyak 24 juz dalam kurun waktu 5 bulan. Gadis ceria berkulit putih ini sudah menghafal Al Quran dari kelas 4 SD, waktu itu ia sudah hafal juz 30 dan 29. Sampai pada umurnya yang ke 15, ia telah hafal Al Quran sebanyak 6 juz hingga akhirnya ia mengulang hafalan dari awal lagi di RQV Indonesia dan jumlah hafalannya sekarang mencapai 24 juz.

“Asma dulu tuh sebenarnya belum kepengen ngafal Quran, tapi disuruh ngafal Quran. Dan sekarang Asma baru sadar ternyata orangtua Asma itu ingin Asma  jadi seperti ini, seorang penghafal Al Quran.  Asma ngerasa udah ngecewain Umi sama Abi karena dari dulu Asma itu sering pindah-pindah sekolah sana-sini. Dan akhirnya baru di RQV lah Asma ngerasa cocok dengan lingkungannya buat ngafal Quran. Karena udah sering ngecewain Umi dan Abi, jadi motivasinya dari diri sendiri jangan sampai orangtua kecewa lagi sama Asma.” Kata Asma Taqiya saat ditanya tentang motivasinya menghafal Al Quran.

Selain bercita-cita ingin menjadi seorang hafizhoh yang mutqin hafal Al Quran 30 Juz, Asma juga ingin melanjutkan studinya ke luar negeri yakni negeri yang kental dengan sejarah keislamannya, Turki dan  menjadi seorang Dosen Agama Islam. Namun ia sempat ragu dengan cita-citanya itu karena ia pikir untuk menjadi seorang dosen pasti harus punya public speaking yang bagus, sedangkan Asma merasa dirinya kurang bagus berbicara di depan umum. Anak pertama dari 4 bersaudara ini pun ternyata sering diajak ke Majelis Ta’lim atau Liqo’ yang dipimpin oleh uminya sendiri.

“Umi sering jadi pemateri atau murrobbi di Liqo’-liqo’ dan Majelis Ta’limnya, jadi Asma sering diajak sama beliau ke Majelis Ta’lim nya. Sering Asma berpikir kok bisa ya Umi bicara di depan orang banyak kayak gitu? Pengen bisa jadi kayak Umi bisa bicara di depan umum. Asma mungkin kalau jadi Umi malu, sedangkan Umi tuh PEDE banget . Pernah waktu itu sekali Asma disuruh ngajar adik-adik liqo’, tapi Asma bingung disitu mau ngapain jadi Asma cuma bisa diam aja akhirnya Umi Asma juga yang ngajar liqo’ nya bukan Asma.” Kata Asma sambil tertawa ringan.

Asma Taqiya dengan terbukanya mengakui diri sebagai orang yang sangat pemalu, namun semenjak diajarkan public speaking di RQV Indonesia, dia merasa sudah bisa berbicara di depan orang banyak meskipun hanya di hadapan  teman-temannya . 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *