Perlukah takut dengan Wabah Penyakit? Simak Sejarahnya!

Perlukah takut dengan Wabah Penyakit? Simak Sejarahnya!

Lagi, corona atau Covid -19 masih terus jadi perbincangan dunia, awal 2020 Indonesia
harus menyambut paksa wabah penyakit yang berbahaya ini. Meski begitu kita
sebagai Muslim harus sabar menghadapi cobaan dan ujian ini, dan perlukah takut
kita akan wabah penyakit itu?

Rasulullah SAW bersama para sahabatnya adalah orang-orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Dalam kebingungan semua manusia hari ini pun, mereka hadir dengan petunjuknya.

Tidak hanya itu, tapi mereka juga membawa kabar gembira untuk umat dibumi.

Kisah ini diceritakan dalam buku tentang Khalifah Umar bin Khattab ra karya Syaikh
Ali Ash Shalabi.

Pada tahun 18 H, hari itu Khalifah Umar bin Khattab ra bersama para sahabatnya berjalan dari Madinah menuju ke Negeri Syam.

Mereka berhenti di daerah perbatasan sebelum memasuli Syamsebab mendengar ada wabahThau’un Amwas yang sedang melanda negeri tersebut.

Sebuah penyakit menular,  benjolan diseluruh
tubuh yang akhirnya pecah dan mengakibatkan pendarahan.

Abu Ubaidah bin Al Jarrah, seorang yang dikagumi umar ra sang Gubernur Syam ketika
itu datang ke perbatasan untuk menemui rombongan yang tiba. Dialog hangat antar
para sahabat pun terjadi, apakah mereka akan kembali pulang ke Madinah atau
melanjutkan perjalanan?

Bahkan Abu Ubaidah ra menginginkan mereka masuk dan berkata mengapa engkau lari dari takdir Allah SWT?

Kemudian Umar ra menyanggahnya dan bertanya. “Jika kamu punya kambing dan ada dua lahan, satu subur dan satunya lagi kering, kemana akan engkau arahkan kambingmu itu? Jika ke lahan kering itu adalah takdir Allah dan jika ke lahan yang subur itu juga takdir Allah. Sesungguhnya dengan kami pulang, kita hanya berpindah dari satu takdir ke takdir lain.”

Akhirnya perbedaan itu berakhir ketika Abdurrahman bin Auf ra mengucapkan hadist
Rasulullah SAW: “Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka,
jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian
keluar untuk lari darinya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Akhirnya rombongan Umar bin Khattab kembali ke Madinah
ban membatalkan perjalanannya dan Mar tak kuasa meninggalkan sahabat yang
dikaguminya, Abu Ubaidah ra. Beliau pun menulis surat untuk mengajaknya ke
Madinah.

Namun beliau adalah Abu Ubaidah ra, yang hidup bersama rakyatnya dan mati bersama rakyatnya juga. Umar ra pun menangis membaca balasan suratnya itu.

Dan bertambahnya tangisnya ketika mendengar Abu Ubaidah, Muadz bin Jabal, Suhail bin Amr dan sahabat-sahabat mulia lainnya radiyallahum wafat karna wabah Tha’un di Negeri Syam.

Total sekitar 20 ribu orang wafat karena wabah penyakit Tha’un itu dan jumlah ini hampir separuh penduduk Syam kala itu.

Dan pada akhirnya wabah tersebut berhenti ketika sahabat Amr bin Ash ra memimpin Syam, karena kecerdasan beliau yang menyelamatkan Negeri Syam. Hasil tadabbur dan kedekatan beliau dengan alam ini.

Amr bin Ash bekata : ‘Wahai sekalian manusia, penyakit ini menyebar layaknya kobaran api. Maka jaga jaraklah kalian dan berpencar dengan menempatkan diri di gunung-gunung.”

Alhasil, wabah penyakit Tha’un berhenti layaknya api yang padam.

Tak ayal, wabah penyakit termasuk Corona atau Covid-19 ini bukanlah suatu hal langka yang tak pernah terjadi sebelumnya. Ini hanyalah sebagian dari ujian yang Allah uji untuk kita manusia dimuka bumi agar terus bertaqwa dan beriman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

RQV Indonesia adalah Lembaga Nasional yang bergerak di bidang Pendidikan – Sosial – Kemanusiaan dengan lebih dari 30.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Contact

Instagram Feed

[instagram-feed]

©2020. RQV INDONESIA. All Rights Reserved.